Tampilkan postingan dengan label Filsafat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Filsafat. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 April 2012

JALINAN FUNGSIONAL ILMU, FILSAFAT DAN AGAMA


Disusun Untuk Memenuhi Tugas Pada Mata Kuliah
“Filsafat Ilmu”
Oleh:
Soli Subandi
Dosen Pengampu:
Dr. Ahmad Munir, M.Ag
Program Pasca Sarjana
Magister Studi Islam
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA KELAS KERJASAMA UNMUH PONOROGO
2010
A. Pendahuluan
Banyak orang yang termenung karena ia menghadapi kejadian yang membingungkannya, atau karena ia ingin tahu dan memikirkan akejadian itu. Lantas terbetik didalam benaknya berbagai pertanyaan: apakah kehidupan itu? Mengapa aku berada disini? Mengapa ada sesuatu? Apakah kedudukan kehidupan dan alam yang besar ini?
Semua persoalan itu adalah falsafi. Usaha untuk mendapatkan jawaban atau pemecahan terhadapnya telah menimbulkan teori-teori dan sistem pemikiran seperti idealisme, dan fenomenologi.
Pada perkembangan selanjutnya, ilmu terbagi dalam beberapa disiplin, yang membutuhkan pendekatan, sifat, obyek, tujuan, dan ukuran yang berbeda antara disiplin ilmu yang satu dengan yang lainnya. Berikut ini akan kita bahas jalinan fungsional ilmu, filsafat dan agama.

ALIRAN-ALIRAN DAN MADZAB DALAM FILSAFAT




PENDAHULUAN
Pemikiran filsafat Yunani mencapai puncaknya pada saat murid Plato bernama Aristoteles (384-322 SM). Ia mengatakan bahwa tugas utama ilmu pengetahuan ialah mencari penyebab-penyebab objek yang diselidiki. Kekurangan utama para filosof sebelumnya yang telah menyelidiki alam adalah bahwa mereka tidak memeriksa semua penyebab. Aristoteles berpendapat bahwa tiap-tiap kejadian mempunyai empat penyebab yang semuanya harus disebut, bila manusia hendak memahami proses kejadian segala sesuatu.


Sabtu, 31 Maret 2012

FILSAFAT ILMU



A. Pendahuluan
Filsafat ilmu adalah dua kata yang saling terkait, baik secara subtansial maupun histories, karena kelahiran ilmu tidak lepas dari peranan filsafat. Sebaliknya perkembangan ilmu memperkuat keberadaan filsafat lain. Filsafat ilmu merupakan cabang filsafat yang merefleksi, radikal dan intergal mengenai hakikat ilmu pengetahuan itu sendiri. Filsafat ilmu merupakan penerusan dalam pengembangan filsafat ilmu pengetahuan (epistimologi). Ilmu dan filsafat dapat bergerak dan berkembang berkat akal fikiran manusia. Ilmu mendasarkan pada akal pikiran lewat pengalaman dan indera, sedangkan filsafat berdasarkan pada otoritas akal murni secara bebas dalam penyelidikan teradap kenyataan dan pengalaman terutama dikaitkan dengan kehidupan manusia.
Sebagai suatu disiplin filsafat ilmu pertama-tama berusaha menjelaskan unsur-unsur yang terlibat dalam proses penelitian ilmiah yaitu, prosedur pengamatan, pola-pola argument, metode penyajiaan dan perhitungan, kemudian mengevaluasi dasar-dasar validitasnya berdasarkan sudut pandang logika  dimensional, yaitu, metodologi praktis dan metafikisika. Namun dalam bentuk kontemporer filsafat ilmu kemudian menjadi suatu topik bagi analisis dan eksplisit yang setara dengan cabang-cabang filsafat yang lainnya seperti etika, logika, dan epistimologi (ilmu pengetahuan).
Ilmu pengetahuan sebagai suatu kesatuan menampakan diri secara demonsional, yaitu ilmu sebagai masyarakat, sebagai proses dan sebagai produk. Dalam rangka untuk meningkatkan mutu akademik, merupakan arah dari filsafat ilmu. Filsafat ilmu perlu dipahami dan menjadi keharusan bagi kita yang bergerak dalam bidang ilmu.
Dalam makalah ini lebih lanjut penulis akan membahas tentang filsafat ilmu, fungsi dan pendekatan filsaat ilmu. Adapun rumusan masalah yang nantinya akan dibahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut.

off page

off page

off page