Kamis, 03 Mei 2012

PENDIDIKAN AKHLAK, PENTINGKAH……….!!!


Akhlak merupakan acuan pertama penilaian seseorang kepada orang lain dikatakan orang tersebut baik atau sebaliknya. Dalam suatu teori pasti memiliki substansi untuk ditelaah lebih lanjut. Begitupun juga dengan akhlak. Sebelum kita menilik pada manfaat dari akhlak tersebut, perlu kita ketahui tujuan-tujuan dari akhlak itu agar kita mampu memahami dan melaksanakannya.
Pada tataran pendidikan juga, pendidikan akhlak adalah pendidikan utama ddidalamnya baik secara formal maupun non formal. Sebagai contoh, anak pada usia dini orangtua mendidik putra dan putrinya agar berakhlak yang baik. Kemudian pada tataran pendidikan non formal, lembaga pendidikan sudah barang wajib mendidik muridnya untuk berbudi pekerti yang luhur. Apalagi pada lembaga pendidikan madrasah. Materi-materi pendidikan akhlak lebih terperinci didalamnya. Untuk itu, beberapa tujuanpendidikan akhlak adalah sebagai berikut:
1)      Mempersiapkan manusia-manusia yang beriman yang selalu beramal saleh
2)      Mempersiapkan insan beriman dan saleh yang menjalani kehidupannya sesuai dengan ajaran islam
3)      Mempersiapkan insan beriman dan saleh yang bisa berinteraksi secara baik dengan sesamanya.
4)      Mempersiapkan insan beriman dan saleh yang mampu dan mau mengajak orang lain ke jalan Allah.
5)      Mempersiapkan insan beriman dan saleh yang mau merasa bangga dengan persaudaraannya sesama muslim dan selalu memberiikan hak-hak persaudaraan tersebut.
6)      Mempersiapkan insan beriman dan saleh yang merasa dia adalah bagian dari seluruh umat Islam yang berasal dari berbagai daerah, suku, dan bahasa.
7)       Mempersiapkan insan beriman dan saleh yang merasa bangga dengan loyalitasnya kepada agama islam dan berusaha sekuat tenaga demi tegaknya panji-panji islam dimuka bumi.[1]
Tujuan pendidikan akhlak adalah mengkaji dan menginternalisasi nilai, mengembangkan ketrampilan sosial yang memungkinkan tumbuh dan berkembangnya akhlak mulia dalam diri peserta didik serta mewujudkannya dalam perilaku sehari-hari dalam konteks sosio-kultural yang berbhineka sepanjang hayat.[2]



[1] Ali Abdul Halim Mahmud, Akhlak Mulia (Jakarta: Gema Insani, 1995), Halaman,160.
[2] Tim Pengembang Ilmu Pendidikan FIP-UPI, Ilmu Dan Aplikasi Pendidikan (PT. Imperial Bhakti Utama, 2007), Cetakan II, Halaman, 29.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar